Artikel
RANGKAIAN ACARA GELAR BUDAYA DAN RUWAT BUMI DESA TANJUNGANOM TAHUN 2025
Gelar Budaya dan Ruwat Bumi: Mangesti Sabda Manjing Gusti
Banjarnegara – Pemerintah Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara menggelar acara Pagelaran Seni Budaya dan Ruwat Bumi sebagai bentuk pelestarian adat dan ungkapan rasa syukur atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Acara ini diselenggarakan selama dua hari, yaitu tanggal 8 Juli dan 10 Juli 2025, dengan berbagai kegiatan yang terbuka untuk umum.
Gelar Budaya dan Ruwat Bumi merupakan bentuk perayaan tradisional yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya di pedesaan atau wilayah yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan kearifan lokal. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga wujud syukur atas berkah alam serta doa bersama agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan sejahtera.
Ruwat Bumi berasal dari kata “ruwat” yang berarti membersihkan atau menyucikan, dan “bumi” yang berarti tanah atau bumi tempat tinggal. Ruwat Bumi adalah ritual sakral yang dilakukan sebagai ungkapan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil bumi dan rezeki yang melimpah. Selain itu, ruwatan juga dimaksudkan untuk menolak bala, menjaga keseimbangan alam, serta mempererat solidaritas sosial antarwarga.
Gelar Budaya biasanya menjadi rangkaian utama dalam acara Ruwat Bumi, di mana masyarakat menampilkan kesenian tradisional seperti wayang kulit, tari daerah, gamelan, pencak silat, hingga pertunjukan teater rakyat. Melalui pertunjukan ini, masyarakat diajak untuk mengenang, memahami, dan mencintai kembali warisan budaya yang hampir terlupakan.
Rangkaian Acara
Selasa, 8 Juli 2025 – Bersih Desa, Penebaran Benih Ikan di Kali / Sungai Siontob & Parak Iwak Ceria
Kegiatan diawali dengan Bersih Desa Tanjunganom yang meliputi bersih makam, bersih gili / jalan, dan bersih kali / sungai. Kemudian dilanjutkan dengan penebaran benih ikan sejumlah 50.000 ekor di kali/sungai siontob. Kegiatan tersebut di atas berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 wib. Tradisi bersih desa ini merupakan bentuk simbolis penyucian lingkungan dan spiritual masyarakat.
Masih di hari yang sama, warga juga akan disuguhi kegiatan Parak Iwak Ceria, di mana tersedia 0,5 ton ikan yang dilepas di perairan desa dan bisa ditangkap oleh warga. Kegiatan ini bukan hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi sarana kebersamaan dan gotong royong. Disediakan pula doorprize menarik bagi peserta yang beruntung.
Bersih Makam
BERSIH GILI / JALAN
BERSIH KALI / SUNGAI
KEPUNGAN / MAKAN BERSAMA WARGA