Artikel

KUNJUNGAN KERJA DIRJEN PERIKANAN BUDIDAYA KKP (Kementerian Kelautan Dan Perikanan) DAN BUPATI BANJARNEGARA dr. AMALIA DESIANA KE DESA TANJUNGANOM KECAMATAN RAKIT

08 Agustus 2025 11:21:14  RENI HIDAYANTI  342 Kali Dibaca  Berita Desa

TANJUNGANOM – Pada hari Selasa tanggal 22 Juli 2025 Desa Tanjunganom mendapat kunjungan kerja dari Dirjen Perikanan Budidaya KKP (Kementerian Kelautan Dan Perikanan) Dr. Tb. Haeru Rahayu, A.Pi., M.Sc. besama Bupati Banjarnegara dr. Amalia Desiana. Desa Tanjunganom dikenal sebagai “Desa Seribu Kolam”, dimana Desa ini disetiap rumahnya pasti memiliki kolam ikan. Bahkan, satu rumah dapat memiliki lebih dari satu kolam ikan. Rombongan Dirjen KKP dan Bupati Banjarnegara tiba pada pukul 11.00 WIB. Rombongan disambut dengan hangat oleh Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan), anak-anak sekolah, Mahasiswa KKN Unsoed Purwokerto, dan seluruh warga Desa Tanjunganom.

*foto saat tiba di Desa Tanjunganom

Kabupaten Banjarnegara didorong untuk menjadi sentra utama penyedia benih ikan, khususnya benih ikan nila, dalam rangka menyokong program revitalisasi tambak di pesisir pantai utara Jawa. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), revitalisasi adalah proses perbuatan menghidupkan kembali atau menggiatkan kembali. Revitalisasi adalah proses, cara, atau perbuatan untuk menghidupkan atau menggiatkan kembali sesuatu yang sebelumnya kurang berfungsi atau kurang berdaya.

Dorongan ini disampaikan langsung oleh Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Tb. Haeru Rahayu, A.Pi.M.Sc., saat kunjungan kerjanya ke Desa Tanjunganom, Kecamatan Rakit, Kabupaten Banjarnegara. Kunjungan yang juga dihadiri oleh Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, ini bertujuan untuk memotivasi para petani agar meningkatkan produksi dan kualitas benih ikan.

"Kebutuhan bibit ikan nila berkualitas saat ini mencapai puluhan juta ekor karena tambak yang direvitalisasi mencapai 20.000 hektar di pantai utara Jawa dan 300 hektar di Karawang," jelas Tb. Haeru Rahayu. Dengan diakuinya Banjarnegara sebagai Kampung Perikanan Budidaya, target penyediaan benih ini diharapkan bisa tercapai.

*foto saat penebaran ikan nila sakti

Dirjen Perikanan Budidaya KKP juga memberikan motivasi kepada para petani untuk terus meningkatkan jumlah, kualitas, dan sumber daya manusia mereka agar mampu memenuhi kebutuhan bibit ikan yang besar ini.

Saat ini, jumlah Rumah Tangga Perikanan (RTP) di Rakit tercatat sebanyak 400 RTP, dengan luas kolam pembenihan mencapai lebih dari 262.000 meter persegi. Jumlah induk nila yang ada adalah 259 paket, dan produksi benih nila pada tahun 2024 mencapai lebih dari 230 juta ekor.

Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyambut baik inisiatif ini dan berharap Banjarnegara dapat memenuhi kebutuhan benih ikan nila untuk revitalisasi tambak yang luasnya mencapai puluhan ribu hektar tersebut. "Kami berharap sinergitas ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat di Banjarnegara," ungkap Bupati Amalia.

Dalam kunjungan tersebut, Tb. Haeru Rahayu juga secara simbolis menyerahkan bantuan 5 paket induk nila sakti, dengan total 2.000 ekor, kepada 5 kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan). Kelompok ini merupakan kumpulan pembudidaya ikan yang terorganisir, memiliki pengurus, dan aturan-aturan dalam kelompok untuk melakukan usaha budidaya ikan secara bersama-sama. Masing-masing Pokdakan menerima 400 ekor induk ikan nila sakti, dengan 5 Pokdakan yang menerima yaitu :

  1. Pokdakan Mina Lestari, Desa Tanjunganom
  2. Pokdakan Mina Karya Bersama, Desa Lengkong
  3. Pokdakan Mina Serayu, Desa Adipasir
  4. Pokdakan Mina Tanjung, Desa Luwung
  5. Pokdakan Nila Tani, Desa Kincang

Kunjungan kerja ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan potensi perikanan budidaya di Banjarnegara, sekaligus berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan benih ikan secara nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.